Skip to main content
syairpuisiq.com

follow us

BAPER! Kumpulan Puisi Romantis Rangkaian Kata Kata di Roman Picisan RCTI

"Aku ingin mencintaimu dengan sederhana. Tanpa memikirkan rumitnya rumus fisika dan sulitnya perhitungan ekonomi." - Roman Picisan
"Jangan tanya sedang apa aku hari ini, karena yang kulakukan selalu sama. Sedang mencintaimu. Sedang mengharapkanmu. Setiap hari." - Roman Picisan
"Aku dan jenuhku, bersama membisu. Terlalu jauh untuk meraih, bintang yang sedang ku tatap. Aku dan senyumku, mengikuti diam dan termenung meratap mimpi, yang kini hilang dalam sekejap" - Roman Picisan
"Aku dan kamu ibarat senja dan malam, saling berdampingan namun tak dapat bersatu" - Roman Picisan
"Aku dan kau bagaikan laut dan pantai.. seperti api dan bara yang meninggalkan debu,, menyatu seperti sinar mentari menyentuh embun pagi.. menjadikannya tetesan air sebening kristal" - Roman Picisan
"Kamu adalah ketidak pastian yang kuperjuangkan" - Roman Picisan
Baca Juga : Puisi Roman Picisan RCTI.

"Kata orang di Utara, mawar itu indah. Aku diam. Kata orang di Selatan, krisantemum lebih indah. Aku diam. Kata orang di Timur, melati paling indah. Aku diam. Orang di Utara, Selatan, dan Timur diam. Aku bilang, Wulandari yang terindah." - Roman Picisan
"Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan, Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada." - Roman Picisan
"Di penghujung hari yang hampir hilang. Ku tetap menggenggam rasaku. Tanpa memiliki kesimpulan tentang rasamu. Hanya mampu ratapi rasaku. Dan mendoakan munculnya rasamu." - Roman Picisan
"Kupikir benci. Ternyata ku peduli. Ku rasa dendam. Ternyata rasa terpendam. Apa ini cinta?" - Roman Picisan
"Kupikir pisau itu tajam tapi perkataanmu lebih menghujam Kupikir bangkai itu busuk tapi penolakanmu lebih menusuk" - Roman Picisan
"Cintaku tak harus miliki dirimu, meski perih mengiris-iris segala janji" - Roman Picisan
"Cinta kau datang tanpa dikira, kau pergi tanpa menyapa.. Cinta kau itu indahkan dunia, tapi kau tak lupa menabur luka.. Cinta, aku mohon padamu jangan datang untuk pergi jangan berbahagia lalu menyakiti.." - Roman Picisan
"Perempuan itu bernama Wulandari, Bulan purnama artinya..bahkan bidadari.. Tapi dimataku..Wulandari adalah bahaya.. Bahkan harus dihindari" - Roman Picisan
"Kata orang benda termahalmu adalah waktu Karna hanya sekali tak bisa diputar kembali Jadi..kuberterima kasih kepada Wulandari Untuk terbuangnya waktu yang takkan kembali" - Roman Picisan
"Di penghujung hari yang hampir hilang Ku tetap menggenggam rasaku Tanpa memiliki kesimpulan tentang rasamu Hanya mampu ratapi rasaku Dan mendo'akan munculnya rasamu" - Roman Picisan
"Kata orang cinta itu buta tapi kenapa aku tetap bisa memandangi keindahanmu Kata orang cinta tak ada logika Tapi kenapa pikiranku teratur menyimpan senyumu Kata orang cinta itu menyakitkan Tapi kenapa aku tetap bertahan" - Roman Picisan
"Kamu adalah kebenaran yang harus kuingkari Kamu adalah keindahan yang tak mampu kunikmati Kamu adalah keindahan yang hadir lewat mimpi" - Roman Picisan
"Berat bibir ini terucap Perih mata ini menatap Menjelang hadirnya perpisahan Perpisahan bagiku derita Memenjarakan kenangan Menaburkan luka Tapi perpisahan punya janji Pasti akan bertemu lagi Selama bukan perpisahan abadi" - Roman Picisan
"Ketika kita menghadapi kesulitan Dan kita tidak menyerah Itulah kekuatan kita" - Roman Picisan
"Apakah kamu tahu saat aku bilang aku benci kamu hatiku menjerit tak setuju Apakah kamu tahu saat aku bilang aku rela melepasmu itu kebohongan terburuk" - Roman Picisan
"Ya Allah, mungkin aku bukan orang baik Tapi aku percaya kau pasti mendengarkan do'aku ini Ya Allah, sembuhkanlah semua luka dan sakit pada Wulandari Dan jagalah dia sebaik-baiknya malam ini karena aku tidak mampu melakukannya. Aamiin" - Roman Picisan
"Sebulan berlalu... Dan aku hanya bisa menggenggam rindu,,, Berharap mampu lupakan.. Tanpa perlu mengingat senyummu.." - Roman Picisan
"Kupikir sudah lupa, Ternyata rasa itu masih ada. Mungkin hanya Wulan yang mampu merusak move on sebulan!" - Roman Picisan
"Waktu, Bukankah dia percaya sebagai pengobat luka? Tapi kenapa kini dia hadir sebagai pengingat lara" - Roman Picisan
"Ini kesimpulan tentang hatiku.. Tentang rasa yang bergitu hebat Tentang rindu yang menggeliat Tentang dirimu, yang semakin berat untuk kupikat.." - Roman Picisan
"Tentang rindu yang mengusik Biarlah ini jadi tanggung jawabku Pagi biarkan memburu senja.. Senja biarkan merangkul malam Karena waktu takkan mampu menyapu rinduku Tapi kamu... Kamu adalah tujuan akhir rinduku berlabuh.." - Roman Picisan

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar