Skip to main content
syairpuisiq.com

follow us

Aku

Puisi : Aku


Kamu tidak harus membacaku!
Aku juga tidak pernah mendikte waktu,
Selepas hujan oktober yang layu,
Aku berusaha jujur.
Cinta sudah kehilangan pemiliknya.

Ini syair yang lahir dari mata seorang penulis rahasia.
Di-tautkan padamu, bagaimana mencintai se-sunyi doa.
Malaikat diam, tidak ada urusan.
Ini hanya tentang kita.
Berdua saja,
Yang tersudah jeda.
Lama.

Kemudian...
Jarum jam diputar sedemikian cepat.
Perasaan ini berubah menjadi kumpulan rindu,
Yang dicatat patahan sesal.
Mengapa sebegitu sulit memejam perasaan kemarin?
Mengapa terlalu payah puisi ini menanggalkan dingin?

Sebab hati terlanjur jauh dalam kelana.
Hingga ditujah dosa...
Perjalanan menujumu ditunda,
Untuk selamanya.

April, hari ke-dua puluh sembilan, 2018.

By : Devan Rafandra Gibran

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar